190 kepala desa di Kabupaten Deli Serdang ke Balkondes Borobudur, wah ngapain ya?

- Jumat, 30 September 2022 | 23:39 WIB
Acara  Study Tiru Pengembangan Desa Digital dan Badan Usaha Milik Desa di Balkondes Borobudur, Magelang, diikuti 190 Kades dari Deli Serdang. (Kementerian BUMN)
Acara Study Tiru Pengembangan Desa Digital dan Badan Usaha Milik Desa di Balkondes Borobudur, Magelang, diikuti 190 Kades dari Deli Serdang. (Kementerian BUMN)

 

LOMBOK INSIDER - Beberapa hari yang lalu, 190 kepala desa (Kades) dari Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, datang dan mengunjungi Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

Ratusan Kades itu didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Deli Serdang, Khairul Azman.

Wah, ngapain aja mereka ke sana ya?

Baca Juga: Ini tempat kuliner di Deli Serdang yang sangat direkomendasikan

Ternyata ratusan Kades itu ke Magelang dalam rangka kunjungan Study Tiru Pengembangan Desa Digital dan Badan Usaha Milik Desa di Balkondes Borobudur, Magelang.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Desa Kementerian Dalam Negeri Tb. Chaerul Dwi Sapta.

Kepala Desa Borobudur Anwar Ujang Mariyadi dan Direktur BUMDes Graha Mandala Desa Borobudur, Agus Budi.

Baca Juga: Wiken ke Sergai yuk, kita jajal rafting di Bah Bolon dan pacuan kuda Jericho Stable

Dalam kegiatan itu Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, Edi Setijono, mengajak ratusan kepala desa dari Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk mengembangkan potensi desanya.

Terutama, kata dia, dalam bidang pariwisata. Potensi yang dikelola dengan baik akan mendukung kemandirian serta kesejahteraan bagi warga desanya.

Menurutnya, pengembangan potensi desa, terutama dalam bidang pariwsata membutuhkan ekosistem kawasan yang saling menopang satu sama lain.

Baca Juga: Pengen berwisata ke Bali tapi bokek? Ke Desa Pegajahan yuk!

"Di sini penting untuk mengenal tetangga sebelah. Kita harus sangat mengenal tetangga, bukan dirinya sendiri. Kalau sendiri, tidak akan didatangi. Tapi kalau bersama-sama membangun ekosistem, bisa berpotensi bisa jadi kawasan yang terintegrasi," jelasnya.

Dalam membangun ekosistem pariwisata,  destinasi juga harus didukung oleh adanya atraksi yang unik dan bisa juga ikut serta membangun ciri identitas kawasan tersebut.

Baca Juga: Kerupuk Gendar, sedap di lidah dan bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan

Atraksi yang menarik akan menjadi magnet kedatangan wisatawan.

"Harus ada atraksinya kalau tidak ya mati. Kita bisa dorong desa-desa ini untuk menemukan identitasnya masing-masing," sambungnya lagi.

Di Borobudur pihaknya membangkan wisata VW Safari model cabriolet atau beratap terbuka.

Halaman:

Editor: Bro Hen

Sumber: Kementerian BUMN RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OJK Puji TPAKD Sumut, Ini Alasannya

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:57 WIB

Getah pinus bikin sejumlah pihak saling ribut

Rabu, 30 November 2022 | 21:10 WIB
X