Wow, kabar gembira nih. Kemungkinan Presiden Jokowi bakal naikan dana replanting sawit sampai dua kali lipat

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:58 WIB
Dana PSR kemungkinan bakal naik dua kali lipat (sumber Foto: DPD-RI)
Dana PSR kemungkinan bakal naik dua kali lipat (sumber Foto: DPD-RI)

LOMBOK INSIDER - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit BLU BPDPKS) kemungkinan besar bakal menaikan dana untuk program replanting atau peremajaan sawit rakyat (PSR).

Sebagai informasi, BLU BPDPKS adalah lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian keuangan.

Namun di dalamnya terdapat banyak unsur seperti petani dan pengusaha sawit, sejumlah menteri, dan lainnya.

Baca Juga: Pemerintah naikan harga referensi CPO untuk penetapan bea keluar periode kedua Agustus 2022

Perlu diketahui, saat program PSR dijalankan, dana yang diterima petani peserta adalah Rp 25 juta per hektar dan maksimal 4 hektar.

Artinya, petani peserta PSR akan menerima Rp 25 juta per hektar dikali 4 hektar.

Lalu beberapa tahun kemudian dana PSR naik jadi Rp 30 juta per hektar.

Baca Juga: Breaking news, Surya Darmadi pengusaha sawit yang disebut rugikan negara Rp 78 triliun tiba di Indonesia

Dan kali ini, Presiden Jokowi melalui BPDPKS sedang mempertimbangkan kenaikan dana PSR menjadi Rp 60 juta per ha maksimal 4 ha per NIK (Nomor Induk Kependudukan).

Ini berarti terjadi kenaikan dua kali lipat atau naik 100 persen. Bila terwujud, maka ini merupakan kenaikan yang sangat fantastis.

Baca Juga: Pria ini berjuang hentikan ekspansi industri sawit, Pemda usulkan pemberian penghargaan

Ide menaikan dana PSR ini terungkap saat digelar pertemuan di gedung DPD-RI antara Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman, didampingi Direktur Keuangan Zaid Burhan Ibrahim dan Kepala Divisi USDM Adi Sucipto.

Sedangkan Kementan diwakili Plt Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementan, Baginda Siagian dan Sub Koordinator Pemasaran Domestik Ditjen Perkebunan Kementan, Elvy Risma.

Baca Juga: Petani sawit plasma di daerah ini terjerat manisnya janji pihak perusahaan, menyedihkan

Lalu dari pihak DPD-RI hadir Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, didampingi sejumlah senator seperti Bustami Zainuddin (Lampung), M Syukur (Jambi), dan Abdullah Puteh (Aceh), serta Staf Khusus Ketua DPD RI, Sefdin Syaifudin.

Dari petani sawit hadir Kobar Sembiring dan Soaduon Sitorus dari Jaringan Petani Sawit Nasional dan Pahala Sibuea dari Persatuan Organisasi Petani Sawit (POPSI).

Baca Juga: Mafia sawit bakal keringat dingin lihat tim bentukan Kejagung dan BPKP

Eddy Abdurrachman menegaskan, ide menaikan dana PSR dua kali lipat harus mendapatkan persetujuan dari Komite Pengarah yang diketuai oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, dan beranggotakan sejumlah menteri.

Dengan demikian untuk sementara posisi BPDPKS adalah akan mengusulkan kenaikan dana PSR tersebut.

Baca Juga: Melihat hasil tender harga CPO di KPBN, akankah harga TBS petani naik esok hari?

"Keputusan pemerintah melalui Komite Pengarah besarannya adalah Rp30 juta per hektar dari sebelumnya Rp25 juta per hektar. Memang tak cukup. Dana Rp30 juta itu hanya sampai pada bibit ditanam saja," ucap Eddy Abdurrachman.

"Kami sudah mengusulkan agar ada evaluasi atau peninjauan. Usulan dari kami Rp60 juta per hektar. Namun semua itu harus berdasarkan persetujuan Komite Pengarah," kata dia lagi.

Halaman:

Editor: Bro Hen

Sumber: Website dpd.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X