Ini permintaan Presiden Jokowi saat bertemu PM Fumia Kishida di Jepang

Junita Sianturi
- Jumat, 29 Juli 2022 | 08:50 WIB
Menteri Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan hasil pembahasana Presiden Joko Widodo dengan PM Fumia Kishida Jepang.   (Tangkapan kapan youtube sekretariat presiden  )
Menteri Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan hasil pembahasana Presiden Joko Widodo dengan PM Fumia Kishida Jepang. (Tangkapan kapan youtube sekretariat presiden )


Lombok Insider - Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada, Rabu, 27 Juli 2022 untuk membahas beberapa bidang kerja sama seperti ekspor dan investasi dengan sejumlah CEO Perusahaan di Jepang.

Menurut Menteri Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, ada beberapa hal yang dibahas Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri (PM) Fumia Kishida Jepang terkait ekspor perikanan.

"Saya menggaris bawahi apa yang disampaikan bapak Presiden Joko Widodo bahwa target untuk pembahasan IJEPA ini dengan Perdana Menteri Fumia Kishida terkait dengan ekspor," katanya dikutip dari youtube Sekretariat Presiden, Kamis, 28 Juli 2022.

Baca Juga: Profil Davika Hoorne, artis cantik Thailand yang terkenal lewat Film Horor Pee Mak

Dari pembahasan tersebut, terkait dengan ekspor perikanan, makanan minuman dari Jepang, telah diberikan kemudahan oleh Indonesia. Sedangkan terkait dengan Indonesia masih ada beberapa pending isu terkait ekspor Indonesia di bidang Perikanan maupun produk hortikultura.

Seperti contoh, ekspor tuna dari Indonesia masih dikenakan tarif sekitar 7%, lalu ekspor pisang dan nanas masih diberikan regulasi bea masuk 10 sampai 20 persen, yang di nol persen hanya untuk kuota 1.000 ton ke bawah.

"Nah, ini yang tadi bapak Presiden Joko Widodo minta disesuaikan dengan negara-negara ASEAN lainnya atau sama dengan nol persen," jelas Airlangga.

Baca Juga: Bikin jomblo baper, Pria ini hidup bahagia tinggal satu rumah dengan 8 istri

Selain pembahasan terkait ekspor, Presiden Jokowi dengan PM Fumia Kishida Jepang juga membahas percapatan pencapaian target net zero emission Indonesia  melalui advokasi innovative technology seperti teknologi hydrogen dan ammonia.

Untuk pengembangan pelabuhan Patimban yang berinvestasi dari Perusahaan Jepang Toyota Tsusho, lanjut Airlangga, tahap pertama telah diinvestasikan senilai Rp14 triliun.

"Dan ini minta didorong untuk investasi lanjutan sebesar Rp9,5 triliun untuk dilakukan persiapan terkait dengan jalan ataupun akses pelabuhan Patimban sepanjang 36 Km," terangnya.

Baca Juga: Beredar rekaman Kopda Muslimin titip anaknya sebelum bunuh diri

Dikatakan Airlangga Hartarto, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan tentang MRT terutama fase dua mulai dari Bundaran HI sampai dengan Kota, Kemudian fase dua B dari Kota ke Depok Ancol Barat.

"Bapak Presiden Jokowi minta dari segi perhitungan terutama cost per kilometer. Dimana  seluruh desain, engineering dan construction itu disiapkan oleh Konsultan Jepang sehingga ini diminta dilihat lebih detail," ujarnya.

Presiden Jokowi juga lanjut Airlangga, meminta kepada PM Fumia Kishida untuk dapat mendorong Toyoto Tsusho melakukan percepatan pembangunan project proving ground di Bekasi yang merupakan pengetesan otomotif dalam bentuk sirkuit dengan investasi sebesar Rp18,1 triliun.

Baca Juga: Foto seksi Wulan Guritno dengan bikini menuai komentar dari kalangan artis dan nitizen

"Dan ini juga dilakukan Toyoto Tsusho diminta untuk dilakukan percepatan karena ini sangat penting untuk eskpor Otomotif Indonesia, di beberapa negara lain seperti Thailand dan Vietnam telah memiliki proving ground," tutup Ailangga. Penulis: Mira Agustina.***


Editor: Junita Sianturi

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=hteXG4w4k7g&t=14s

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X