Ayo, cek tarif listrik kamu, siapa tahu dapat subsidi

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 13:37 WIB

LOMBOKINSIDER -  Pemerintah melalui PT PLN (Persero) telah memutuskan untuk tetap memberikan subsidi tarif listrik kepada masyarakat kurang mampu.

Keputusan ini dasar hukumnya loh, yakni Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi.

Di UU itu disebutkan bahwa pemerintah pusat dan daerah menyediakan dana subsidi untuk kelompok masyarakat tidak mampu.

Baca Juga: PLN punya alasan terkait kebijakan kenaikan tarif listrik. Ini alasannya!

Pelanggan yang memperoleh bantuan dari pemerintah ini masuk dalam kategori pelanggan subsidi, sedangkan di luar itu merupakan pelanggan nonsubsidi.

Sesuai dengan Pasal 2 ayat 1 Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2016, subsidi tarif listrik untuk rumah tangga dilaksanakan melalui PLN diberikan kepada pelanggan rumah tangga dengan daya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA masyarakat prasejahtera yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dengan jumlah pemakaian listrik yang sama, konsumen yang memperoleh tarif bersubsidi akan membayar rekening atau tagihan listrik lebih rendah daripada konsumen yang tidak mendapatkan subsidi.

Baca Juga: Ternyata tarif listrik naik mulai 1 Juli 2022

Selisih antara tarif bersubsidi dengan tarif keekonomian tersebut ditanggung oleh pemerintah, yang kemudian dibayarkan ke PLN.

Vice President Komunikasi Korporat Gregorius Adi Trianto menjelaskan besaran subsidi listrik yang diterima konsumen rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA tergantung pada jumlah pemakaian energi listriknya.

“Secara rata-rata, konsumen rumah tangga daya 450 VA mendapatkan subsidi listrik sebesar Rp 80.000 per konsumen per bulan, dan untuk konsumen rumah tangga daya 900 VA adalah rata-rata Rp 90.000 per konsumen per bulan,” terang Gregorius.

Baca Juga: Jelang puncak pelaksanaan ibadah haji, pemerintah berikan perhatian khusus terkait manasik haji

Penerima subsidi listrik terbesar pada tahun 2021 adalah 24,3 juta konsumen rumah tangga dengan daya listrik 450 VA dan 8,2 juta konsumen rumah tangga 900 VA.

Subsidi yang diterima oleh konsumen rumah tangga tersebut mencapai Rp 39,65 triliun atau 79,6 persen dari total subsidi listrik tahun anggaran 2021 sebesar Rp 49,76 triliun.

Selain pelanggan rumah tangga 450-900 VA, pemerintah juga memberikan subsidi listrik kepada seluruh kelompok pelanggan sosial yang mencakup rumah ibadah dan sekolah yang tergolong dalam S1, S2 dan S3.

Baca Juga: Harga emas Antam ini naik Rp 7.000 jelang akhir pekan

Pelanggan S1 merupakan pelanggan sosial dengan kapasitas daya 220 VA.

Sementara S2 merupakan pelanggan sosial dengan daya 450 VA hingga 200 kVA dan S3 pelanggan sosial di atas 200 kVa.

Kelompok bisnis (B) dan industri (I) juga ada yang masuk dalam golongan subsidi ini.

Baca Juga: Materi Bahasa Inggris: contoh cara memperkenalkan diri dan orang lain

Halaman:

Editor: Hendrik

Sumber: pln.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wow dahsyat, laba BRI tumbuh 106,4 persen

Senin, 28 November 2022 | 22:48 WIB

Investasi saham bisa bikin Gen Z cepat kaya

Senin, 28 November 2022 | 09:33 WIB
X