Ternyata tarif listrik naik mulai 1 Juli 2022

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 13:12 WIB

LOMBOKINSIDER - Entah kita sudah baca atau belum, sudah tahu atau belum, ternyata sejak Jumat (1/7/20220) tarif listrik telah dinaikan PT PLN (Persero).  

Dalam keterangan resminya, PLN menyebutkan ini merupakan keputusan Pemerintah yang menyesuaikan tarif tenaga listrik (tariff adjustment) kepada pelanggan. PLN menyatakan siap melaksanakan tugas dari pemerintah tersebut.

Nah, tarif listrik yang naik adalah untuk kelas rumah tangga mampu nonsubsidi golongan 3.500 Volt Ampere (VA) ke atas (R2 dan R3) dan golongan pemerintah (P1, P2 dan P3) mulai 1 Juli 2022.

Baca Juga: Rukyah bisa atasi diri anda kerasukan jin, begin ciri-ciri manusia digannggu jin...

Menurut PLN, selama ini bantuan Pemerintah diberikan untuk semua golongan tarif pelanggan, dalam bentuk subsidi maupun kompensasi.

Keputusan menaikan tarif ini tertuang dalam Surat Menteri ESDM No. T-162/TL.04/MEM.L/2022 tanggal 2 Juni 2022 tentang Penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (Periode Juli – September 2022).

Keputusan pemerintah menyesuaikan tarif listrik pelanggan 3.500 VA ke atas karena besaran empat indikator ekonomi makro meningkat.

Baca Juga: Harga emas Antam ini naik Rp 7.000 jelang akhir pekan

Alasan lain dari kenaikan tarif ini adalah demi menjaga daya beli masyarakat, daya saing sektor industri dan bisnis, mengendalikan inflasi, serta memperkuat stabilitas perekonomian nasional.

Karena itu enyesuaian tarif hanya diberlakukan kepada rumah tangga mampu yang berjumlah 2,09 juta pelanggan atau 2,5 persen dari total pelanggan PLN yang mencapai 83,1 juta.

Juga kepada golongan pemerintah yang berjumlah 373 ribu pelanggan atau 0,5 persen.

Baca Juga: Materi Bahasa Inggris: contoh cara memperkenalkan diri dan orang lain

Sementara untuk pelanggan rumah tangga dengan daya di bawah 3.500 VA, bisnis dan industri, tidak mengalami perubahan tarif.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan penyesuaian tarif ini dilakukan guna mewujudkan tarif listrik yang berkeadilan.

Kompensasi diberikan kepada masyarakat yang berhak, sementara masyarakat mampu membayar tarif listrik sesuai keekonomian.

Baca Juga: Viral ! Beredar Video jurus rahasia menghadapi angsa galak bikin kocak, netizen ngakak

“Penerapan kompensasi dikembalikan pada filosofi bantuan pemerintah, yaitu ditujukan bagi keluarga tidak mampu. Ini bukan kenaikan tarif. Ini adalah adjustment, di mana bantuan atau kompensasi harus diterima oleh keluarga yang memang berhak menerimanya,” kata Darmawan.

Dia mengungkapkan, sejak tahun 2017, tidak pernah ada kenaikan tarif listrik untuk seluruh golongan tarif pelanggan.

Halaman:

Editor: Hendrik

Sumber: pln.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wow dahsyat, laba BRI tumbuh 106,4 persen

Senin, 28 November 2022 | 22:48 WIB

Investasi saham bisa bikin Gen Z cepat kaya

Senin, 28 November 2022 | 09:33 WIB
X