Bursa saham Asia bingung menghadapi awal yang tidak pasti

- Senin, 23 Mei 2022 | 11:44 WIB
 Bursa Asia melemah di Pada perdagangan Jumat (14/1).
Bursa Asia melemah di Pada perdagangan Jumat (14/1).

 

LOMBOK INSIDER- Perdagangan Senin (23/5) bursa saham Asia menghadapi awal yang tidak pasti karena kekhawatiran inflasi yang terus-menerus.

Di mana prospek kenaikan suku bunga turut menghambat prospek ekonomi global yang tetap terperosok dalam sentimen negatif.

Sementara, Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,04%, setelah Wall Street mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan kenaikan tipis. MSCI Asia Pacific ex-Japan turun 3,6% sejak awal Mei.

Pada awal perdagangan, saham Australia naik 0,2% sementara indeks saham Nikkei Jepang naik 0,85%.

Yield US Treasury acuan tenor 10-tahun pagi ini naik menjadi 2,81% dari penutupan Jumat lalu pada 2,78%.

Imbal hasil surat utang negara Amerika Serikat (AS) tenor dua tahun, yang naik dengan ekspektasi pedagang dari suku bunga dana Fed yang lebih tinggi, menyentuh 2,59%, naik dari 2,58%.

Pada Jumat lalu, indeks S&P hanya naik 0,01%. Nasdaq Composite turun 0,30% sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,03%.

Terlepas dari kenaikan tipis, S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan ketujuh minggu berturut-turut. Ini adalah penurunan beruntun terpanjang sejak akhir gelembung dotcom pada tahun 2001.

Dow Jones mencatat penurunan mingguan kedelapan berturut-turut, terpanjang sejak 1932 selama Depresi Hebat.

Halaman:

Editor: wewen

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X