Ternyata Kabupaten Sumenep Madura menyimpan potensi wisata langka yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia

- Sabtu, 18 Februari 2023 | 20:25 WIB
Salah satu wisata Bato Cangga di Pulau Gili Iyang Sumenep. (Kemenparekraf )
Salah satu wisata Bato Cangga di Pulau Gili Iyang Sumenep. (Kemenparekraf )

LOMBOK INSIDER – Kabupaten Sumenep Madura dikenal luas sebagai daerah Produsen Garam di Jawa Timur bahkan kalau kita berkunjung ke Kota Sumenep kita akan melihat warga bergelut dengan pengolahan garam.

Namun di balik semua itu ternyata Sumenep menyimpang pesona luar biasa bahkan satu-satunya di Indonesaia dan kedua terbesar di dunia setelah Yordanian sebagai daerah memiliki kandungan oksigen terbesar.

Di Sumenep terdapat Pulau Gili Iyang dikenal sebagai lokasi wisata kesehatan oksigen. Alasannya, kadar oksigen yang ada di pulau ini lebih tinggi dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia dan terbesar kedua di dunia.

Baca Juga: Sempat bungkam, Thariq Halilintar dan Fuji putus untuk yang kedua kalinya, netizen sebut ini penyebabnya

Namun, Anda harus mempersiapkan waktu yang tepat untuk menikmati oksigen di Pulau Gili Iyang ini. Anda tidak akan dapat cukup menikmatinya jika datang ke lokasi pada siang hari.

Ini karena kadar oksigennya justru semakin bertambah pada malam hari, dimulai pukul 21.00 WIB hingga pagi hari. Pulau Gili Iyang ini berada di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.

Ketua Pokdarwis Pulau Gili Iyang Ihyak Ulumudin menceritakan wisatawan luar daerah selalu memilih menginap hingga dua malam. Mereka secara khusus mencari tempat menginap di Desa Bancamara, berjarak tempuh sepuluh menit dari dermaga setempat.

Baca Juga: Nagita Slavina rumah baru lakukan hal ini terhadap ART hingga artis lain melonggo

“Kalau malam hari itu biasanya naik. Sudah ada titik koordinatnya lokasi yang menjadi pusat titik nol oksigen terbaik,” katanya,seperti dikutif Lombok inisider dari info@sumenepkab.go.id Kamis (16/2/2023).

Para wisatawan yang bermalam bisa menggunakan rumah inap (homestay) yang disiapkan khusus untuk wisatawan. Jika belum mencukupi, bisa menggunakan rumah-rumah warga, sekaligus mengenal tradisi dan budaya masyarakat setempat.

“Hari Sabtu dan Minggu biasanya selalu ramai. Mereka sepi pada saat musim angin, karena untuk sampai ke lokasi harus menggunakan perahu,” kata Ihyak.

Baca Juga: Kasihan Ressa Herlambang, minta bantuan Raffi Ahmad saat terpuruk justru dapat balasan seperti ini: Miris

Pada tahun 2006, Lembaga Penelitian Antariksa Nasional (Lapan) meneliti kualitas udara di pulau tersebut. Lapan menyebutkan, dari 17 titik yang diuji, kadar oksigen di Gili Iyang adalah sebesar 20,9 persen.

Artinya dalam volume satu liter udara bebas terkandung 0,209 liter oksigen. Persentase ini lebih baik dari kondisi udara daerah-daerah lain di Indonesia.

Kandungan zat-zat pencemar udara di pulau ini juga sangat rendah. Zat pencemar udara tersebut seperti karbon monoksida, nitrogen oksida, atau sulfur dioksida.***

Halaman:

Editor: Usman Jayadi

Sumber: Sumenepkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X