Mengenal Desa Gumantar sebagai Rute Geopark Rinjani Lombok

- Senin, 11 April 2022 | 08:15 WIB
Tradisi Sorong Serah Aji Kerama, sebuah prosesi adat yang dilakukan oleh pihak keluarga calon mempelai laki-laki terhadap pihak keluarga calon mempelai perempuan dalam pernikahan Suku Sasak yang masih dipertahankan oleh warga Gumantar (Foto: Instagram/exploregumantar)
Tradisi Sorong Serah Aji Kerama, sebuah prosesi adat yang dilakukan oleh pihak keluarga calon mempelai laki-laki terhadap pihak keluarga calon mempelai perempuan dalam pernikahan Suku Sasak yang masih dipertahankan oleh warga Gumantar (Foto: Instagram/exploregumantar)

LOMBOK INSIDERLombok sudah dikenal oleh masyarakat luas baik nasional maupun internasional sebagai destinasi wisata, ditambah baru-baru ini Lombok memiliki sirkuit berstandar Internasional yang menjadi tuan rumah untuk balapan MotoGP merupakan daya tarik baru untuk Priwisata Lombok namun sejauh ini aktivitas pariwisata yang dilakukan sebagaian besar terbatas seperti berkunjung ke destinasi 3 Gili (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air) dengan keindahan bawah lautnya, Air terjun, Mendaki gunung Rinjani, dan berbelanja oleh-oleh. Padahal Lombok juga memiliki potensi sebagai salah satu tujuan pariwisata berbasis geologi atau yang dikenal dengan Geotourism, yaitu salah satu kategori pariwisata yang melibatkan unsur geologi, alam dan budaya, hal ini ditambah dengan Lombok telah menjadi tuan rumah the Asia Pacific Geopark Network (APGN) pada tahun 2019 yang telah menarik atensi para akademisi dan pemerhati geotourism dunia intenasional. Salah satu rute atau itinerary dari Geowisata ini adalah Desa Gumantar yang berlokasi di Kabupaten Lombok Utara, kenapa desa ini menjadi bagian dari rute geotourism, berikut ulasannya?

Peserta Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium sedang berfoto bersama anak-anak dari warga Gumantar di Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara (Foto Instagram/exploregumantar)

Baca Juga: Jadwal pemilu 2024 sudah ditetapkan, Presiden pastikan tak ada penundaan

Gumantar merupakan satu dari delapan desa di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, jarak dari ibu kota mataram sekitar 66 Km. Hingga saat ini Desa ini masih memiliki Situs Budaya dan dapat ditemukan di salah satu Dusun Dasan Beleq. Di Dasan Beleq, kita bisa melihat rumah kuno yang dibangun sekitar 1000 tahun yang lalu sekitar tahun 1019, jauh sebelum gunung berapi samalas meletus tahun 1257. Arsitekturnya menggunakan material yang sederhana dan alami seperti anyaman bambu sebagai dindingnya, dan daun lontar sebagai atapnya. Rumah ini menunjukkan kearifan lokal suku sasak (penduduk asli Lombok) yang beradaptasi dengan gempa bumi. terbukti dengan gempa bumi yang terjadi pada tahun 2018 dengan skala richter 8,0 memang episentrumnya dekat dengan dusun ini. Adaptasi masyarakat “Dasan Beleq” terhadap alam Rinjani,terutama terhadap letusan Gunung Rinjani, mendorong perkembangan budaya masyarakat adat yang sangat menghargai alam, juga perkembangan sosial budaya masyarakat secara lebih luas. Melestarikan nilai-nilai budaya yang beradaptasi dengan alam sekitar sangat penting,telah terbukti menyelamatkan masyarakat Desa Adat Dasan Beleq Gumantar dari gempa. Selain dalam hal arsitektur yang unik, daya tarik lainnya seperti sistem social dan upacara upacara adat.

Penampakan Rumah Adat Gumantar dari udara (Foto: Instagram/exploregumantar)

Baca Juga: Gelar AFF 2022 sudah dicengkeraman Timnas Futsal Indonesia, sayangnya mereka harus kecolongan di menit akhir

Mereka memiliki sistem sosial dan kemasyarakatan yang mengatur kehidupan mereka. Struktur sistem ini adalah:

  1. Pemimpin Adat memiliki peran mengatur sesuatu tentang alam dan segala isinya
  2. Penghulu adat atau pemuka agama berperan dalam kegiatan keagamaan
  3. Raden, berperan dalam menyembuhkan penyakit dan khitan
  4. Pemekel, memiliki peran sebagai pengawal, penyidik ​​dan penuntut

Semua sistem anggota tersebut memiliki wilayahnya masing-masing di dusun yang disebut kampu. Oleh karena sistem tersebut terdapat peraturan yang boleh dan tidak boleh dilakukan, seperti dilarang menebang pohon di hutan. Di hutan ini juga ditemukan daya tarik wisata berupa Air Terjun Tiu Ngumbak.

Air Terjun Tiu Ngumbak, Gumantar (Foto: Instagram/exploregumantar)

Baca Juga: Jadwal pemilu 2024 sudah ditetapkan, Presiden pastikan tak ada penundaan

Halaman:

Editor: Usman Jayadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X