Sejarah singkat destinasi wisata religi Pura Lingsar

- Jumat, 8 April 2022 | 15:37 WIB
Pura Lingsar (Foto: Instagram/pandoressa)
Pura Lingsar (Foto: Instagram/pandoressa)

LOMBOK INSIDER - Pura Lingsar merupakan salah satu destinasi wisata religi terkenal yang berada di Kecamatan Lingsar, Kabupten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Pura Lingsar menyimpan nilai-nilai sejarah yang tinggi bagi masyarakat Pulau Lombok, karena di dalamnya terdapat akulturasi budaya antara Suku Sasak yang mayoritas beragama Islam dan Suku Bali yang beragama Hindu.

Dilasir dari website resmi pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Lombokbaratkab.go.id, berikut sejarah singkat Pura Lingsar.

Baca Juga: Pesta adat Ponan Kabupaten Sumbawa, destinasi wisata lokal yang unik dan sarat nilai budaya

Latar Sejarah

Sulit dipercaya, bahwa didunia ini ada 2 umat yang memiliki latar belakang etnis, kultur dan keyakinan agama, dapat hidup berdampingan di dalam melaksanakan ritusnya masing-masing dan perbedaan bagi mereka adalah sesuatu yang wajar dan logis dan dirasakan sebagai sebuah hikmah dari Tuhan Yang Maha Esa karena perbedaan akan membuat mereka menjadi saling mengenal dan kemudian menghormati keyakinan satu sama lain.Disana ada sebuah sanggar kekeramatan yang diusung oleh kedua umat tertentu sesuai persepsi dan versi keyakinan agama masing-masing. Dalam hal tertentu, mereka dapat mengerjakannya bersama-sama dan dilain hal hanya boleh dikerjakan umat yang bersangkutan. Tradisi dan kepercayaan untuk mensyukuri sebuah mata air yang ada di sanggar itu atau dikenal dengan istilah Kemaliq, dipercaya sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa menjadi sebuah sumber kehidupan, memantik semangat untuk menyusun sebuah kepranataan, rasa tanggung jawab dan pengorbanan tanpa pamrih sebagai ungkapan rasa syukur dalam bentuk sebuah upacara. Dan amatlah lazim bila untuk memantapkan rasa kesungguhan umat, cita-cita berkorban tersebut diusung melalui dukungan susunan myitologi atau legenda.

Baca Juga: Paket menarik, Ramadan bersama Sheraton Senggigi Beach Resort

Dalam melestarikan sebuah mata air yang diakui dan diyakini oleh kedua umat sebagai sebuah kawasan sakral dan magis, sesuai dengan tradisi kultur dan keyakinan masing-masing umat. Maka ada sebuah upacara “Perang Topat” yang disung oleh umat Sasak yang kegiatannya berlangsung dalam waktu dan tempat bersamaan dengan Upacara Odalan atau Pujawali yang dilakukan oleh Umat Hindu dan kedua umat dapat dengan hidmat melaksanakan upacaranya masing-masing.

Nama Pura/Kemaliq Lingsar ini mulai muncul ketika orang Bali pertama kali datang ke Lombok. Rombongan orang Bali tersebut berasal dari Karangasem yang jumlahnya ± 80 orang. Kedatangan mereka  mendarat di pantai Barat dekat Gunung Pengsong, Lombok Barat. Dari Gunung Pengsong rombongan Raja tersebut melanjutkan perjalanan ke Perampuan, lalu ke Pagutan kemudian ke Pagesangan. Rombongan ini dipimpin oleh tiga orang, yaitu:

Baca Juga: Bareskrim Polri usut penipuan jam tangan mewah merek Richard Mille senilai 77 Miliar

Halaman:

Editor: Usman Jayadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X