Kain Tenun Khas Lombok, Budaya Nenek Moyang Suku Sasak

- Kamis, 7 April 2022 | 13:19 WIB
Kain tenun khas Lombok (Foto: Kemenparekraf.go.id)
Kain tenun khas Lombok (Foto: Kemenparekraf.go.id)

LOMBOK INSIDER - Tidak hanya keindahan alamnya yang memesona, kecantikan kain tenun khas Lombok atau kain tenun sasak turut menuai atensi publik. Kini kain tenun sasak menjadi salah satu cinderamata wajib saat mengunjungi Lombok. Tak sekadar sebagai selembar bahan untuk membuat pakaian saja. Jauh dari itu, kain tenun Lombok dikenal sebagai benda yang sarat akan makna spiritual.

Dalam bahasa Sasak, menenun disebut sebagai tesesek, yakni memasukan benang satu per satu (sak sak). Kemudian, benang dirapatkan hingga sesak atau padat agar bisa menjadi kain dengan cara memukul-mukulkan alat tenun.

Keahlian menenun masyarakat Lombok ini telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Hukumnya wajib, bagi generasi penerus untuk melanjutkan keahlian menenun ini. Bagi suku Sasak misalnya, anak perempuan diwajibkan mahir membuat kain tenun. Bahkan mereka menerima pengajaran menenun sejak anak-anak.

Baca Juga: Nilai filosofis di balik arsitektur unik rumah adat 'Bale' Suku Sasak Lombok

Uniknya lagi, dalam aturan adat setempat, keahlian menenun menjadi salah satu syarat layak menikah bagi perempuan. Jika belum berhasil membuat setidaknya 3 buah kain tenun, maka perempuan suku Sasak dianggap belum mampu berumah tangga.

Meski kini aturan adat tersebut sudah tidak terlalu mengikat, namun masyarakat Lombok masih terbiasa belajar menenun. Pasalnya, menenun tak sekadar melestarikan budaya saja, tapi juga punya manfaat jauh lebih luas.

Bergeser dari ranah spiritual, kain tenun kini menjadi salah satu produk ekonomi kreatif yang banyak diburu wisatawan yang berkunjung ke Lombok. Dengan kata lain, kain tenun kini tak hanya memenuhi sisi spiritual saja, melainkan kebutuhan ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga: Kemenag Lombok Tengah raih dua penghargaan dari Kementerian Keuangan RI

-

Ciri Khas Kain Tenun Lombok

Halaman:

Editor: Usman Jayadi

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X