Nilai filosofis di balik arsitektur unik rumah adat 'Bale' Suku Sasak Lombok

- Kamis, 7 April 2022 | 12:53 WIB
Rumah Adat Bale Suku Sasak Lombok  (Foto: Kemenparekraf.go.id)
Rumah Adat Bale Suku Sasak Lombok (Foto: Kemenparekraf.go.id)

LOMBOK INSIDER - Lombok merupakan salah satu daerah tujuan wisata populer di Indonesia yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Keindahan dan keunikan yang dimiliki oleh Pulau Lombok mampu membuat siapapun yang berkunjung merasa betah dan ingin datang kembali setelah menghabiskan liburannya di Pulau Seribu Masjid ini. 

Dilansir dari website resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf.go.id, potensi wisata di Pulau Lombok sangat diperhitungkan. Tak hanya keindahan alam yang memukau, pesona budaya di Lombok juga sangat menarik dikulik. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari tingginya hasil budaya masyarakat setempat, salah satunya bisa dilihat di rumah adat bale.

Baca Juga: Kemenag Lombok Tengah raih dua penghargaan dari Kementerian Keuangan RI

Rumah adat bale menjadi salah satu rumah adat dengan bentuk arsitektur unik khas Lombok dan masih bertahan hingga saat ini. Sarat akan makna filosofis, Rumah Adat Bale menjadi bukti tingginya falsafah hidup masyarakat Lombok, khususnya suku Sasak.

Bagi masyarakat Lombok, keberadaan rumah adat Bale lebih dari sekadar tempat tinggal. Pada bangunan inilah terdapat beragam harapan sekaligus nilai adat yang dijunjung tinggi. Nilai adat ini direpresentasikan melalui desain arsitektur dan konstruksi rumah adat bale khas Lombok.

Salah satu desain unik yang cukup mudah dikenali dari rumah bale adalah bentuk pintu depan. Jika diperhatikan, rumah adat bale khas Lombok hanya memiliki satu pintu dengan bentuk cukup rendah dan kecil. Desain ini membuat tamu harus menunduk saat memasuki rumah. Bentuk pintu ini memiliki nilai filosofis bahwa tamu sudah selayaknya memberi rasa hormat terhadap pemilik rumah.

Baca Juga: Pabrik Block Solutions Lombok, solusi daur ulang sampah plastik Provinsi NTB

Begitu juga dengan arsitektur tangga yang terpasang di depan rumah bale. Umumnya, tangga yang menghubungkan ke dalam rumah hanya memiliki tiga anak tangga. Jumlah tersebut dipilih sebagai bentuk perlambangan Tuhan, Ibu, dan Bapak.

Dari segi rangka atap, rumah bale juga menyimpan filosofi tersendiri. Bentuk atap rumah bale tampak meninggi ke belakang, yang dimaknai sebagai hubungan manusia dengan Tuhan. Sedangkan, sosoran atap di bagian depan melambangkan hubungan manusia dengan sesamanya.

Halaman:

Editor: Usman Jayadi

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X