• Selasa, 7 Desember 2021

STP Mataram Berbagi Ilmu Masak di Tete Batu, Bahan Sederhana Jadi Luar Biasa

- Jumat, 24 September 2021 | 20:27 WIB
Program coocking class Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram di Desa Wisata Tete Batu. (Lombokinsider.com)
Program coocking class Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram di Desa Wisata Tete Batu. (Lombokinsider.com)

Tetebatu, LombokInsider.com - Transfer ilmu pengetahuan STP Mataram di kawasan Desa Wisata Tete Batu berlanjut. Desa wisata partisipan lomba The Best Village UNWTO 2021 ini, menjadi pilihan prioritas program coocking class Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram.

Uniknya, bahan baku kelas memasak yang digelar sekolah spesialis pariwisata ini diperoleh dari hutan sekitar. Semangat mengolah bahan sederhana menjadi luar biasa, adalah motivasi STP Mataram membina kalangan generasi muda Tete Batu.

"Berbagi tips, transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan menjadi semangat kami. Ini yang kami lakukan hari ini di kalangan generasi muda desa wisata Tetebatu untuk mereka yang concern di bidang kuliner. Potensi bahan dasar olahan kuliner di desa Tete Batu sangat besar. Inilah yang kami ingin bagi, mengolah bahan sederhana menjadi luar biasa," ujar Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STP Mataram, Lalu Mashyudi, Kamis (23/9) di kawasan desa wisata Tete Batu.

Berlokasi di pinggiran air terjun Sarang Walet, puluhan juru masak Tete Batu begitu antusias mengikuti program coocking class ini. Bahan dasar olahan kuliner yang mencuri perhatian peserta adalah pakis.

Baca Juga: WHO mendukung obat Regeneron untuk COVID-19, mendesak tindakan pada harga

Selain memiliki kandungan gizi cukup tinggi, pakis cukup banyak tersedia di kawasan hutan Sarang Walet. Pakis yang dipetik juru masak homestay di kawasan Tete Batu, dijadikan menu khas kuliner desa setempat.

"Tanpa bermaksud menghilangkan bentuk kearifan lokal dan tradisi mengolah bahan dasar ini, kami ingin berbagi ilmu dan keterampilan bagaimana mengolah bahan dasar ini menjadi sajian kuliner yang sehat dan memenuhi standar gizi yang baik. Sebagian besar warga mengolah pakis yang nama lokalnya olah-olah. Pakis dan olah-olah menjadi highlight kelas memasak hari ini," imbuh Masyhudi memberi semangat ke peserta.

STP Mataram menghadirkan chef andalan mereka, Lalu Yulendra dan Lahmudin. Lalu Yulendra berbagi ilmu untuk menu khas lokal nusantara dan Lahmudin fokus ke menu untuk wisatawan asing (baca, western), spageti.

Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun Putrinya, Crazy Rich Malang Borong Satu Truk Kinder Joy

Halaman:

Editor: Agus Apriyanto LI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kolaborasi Promosi Pariwisata NTB Sambut MotoGP 2022

Sabtu, 4 Desember 2021 | 17:12 WIB

Bang Zul Upayakan MXGP Digelar di Pulau Sumbawa

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:56 WIB

Ijeck: Sumut Siap Gelar Danau Toba Rally 2021

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:24 WIB

NTB Jadi Tuan Rumah Kejuaraan MXGP 2022

Minggu, 28 November 2021 | 06:18 WIB
X